
Umat Islam baru saja memasuki tahun baru 1448 H, artinya telah berjalan 1448 tahun lamanya sejak Hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah menuju Madinah. Kalender Hijriah yang mulai ditetapkan semenjak zaman Khalifah Umar ini semestinya bisa dijadikan momentum evaluasi diri untuk berkaca bagaimana perkembangan Islam setelah 1448 tahun lamanya. Sejauh mana kiranya kita sebagai umat di tahun ini terus mengikuti ajarannya dengan meningkatkan taqwa kepada Allah SWT.
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).
وَعَنْ أَبِي فَنَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ سُئل عن صيَامِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السنة الماضية
“Dari Abu Qatadah RA bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, ‘Puasa tersebut dapat melebur dosa setahun yang lalu’.” (HR Muslim)
Salah satu dari amalan utama di bulan Muharram adalah berpuasa sunah di hari Asyura atau pada tanggal 10 Muharram. Puasa pada bulan Muharram adalah puasa yang utama setelah bulan Ramadan. Begitu besar keutamaan bulan Muharram terutama berpuasa di tanggal 10 sehingga puasa tersebut menghapuskan dosa setahun yang lalu, dimana sebagian ahli menyatakan dosa disini adalah dosa kecil.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا يَعْنِي عَاشُورَاءَ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ وَهُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ فَقَالَ أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika tiba di Madinah, Beliau mendapatkan mereka (orang Yahudi) malaksanakan puasa hari ‘Asyura (10 Muharam) dan mereka berkata; “Ini adalah hari raya, yaitu hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir’aun. Lalu Nabi Musa ‘Alaihissalam mempuasainya sebagai wujud syukur kepada Allah”. Maka Beliau bersabda: “Akulah yang lebih utama (dekat) terhadap Musa dibanding mereka”. Maka Beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummat Beliau untuk mempuasainya (HR. Bukhari).
عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُا : حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Abdullah bin Abbas radliallahu ‘anhuma berkata saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura`dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa; Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada tahun depan insya Allah, kita akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharram).” Tahun depan itu pun tak kunjung tiba, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat (HR. Muslim).
Kedua hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim diatas menceritakan bagaimana kisah anjuran puasa pada hari Asyura. Tanggal 10 Muharram dalam para nabi sebelum Nabi Muhammad adalah hari dimana Nabi Musa AS diberikan mukjizat membelah laut merah atas izin Allah dan menyelamatkan Bani Israil bersamaan dengan menenggelamkan Firaun dan bala tentaranya. Maka Nabi Musa selalu berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk syukur kepada Allah. Sesuai anjuran Nabi Muhammad, kita sebagai umatnya juga disunahkan untuk berpuasa di hari tersebut.
Adapun Nabi Muhammad juga menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau biasa disebut Tasua. Melakukan puasa Tasua adalah salah satu bukti kita taat mengejar anjuran Nabi demi mendapatkan Ridha Allah SWT. Amalan Tasua adalah anjuran Nabi yang disampaikan dan Nabi sendiri belum sempat melakukannya karena wafat. Sebagai umatnya, tanpa perlu bertanya apa manfaat dan alasannya, segala yang datang dari Nabi pastilah baik bagi kita dan melaksanakannya dalah bukti cinta kita kepada Rasulullah dan guna meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT.






Leave a Reply