.

.

Halal bi Halal YATP & Kajian Islamic World View

Masih dalam suasana bulan Syawal 1447H, pada tanggal 12 April 2026 bertepatan dengan 23 Syawal Yayasan At-Taqwa Pamulang (YATP) mengadakan acara halal bi halal sekaligus kajian Islamic World View yang kedua di tahun ini. Acara dimulai pada pukul 9:00 dan dibuka oleh kedua orang MC dengan bersama-sama mengucapkan bismillahirrahmanirrahim.  Sebagaimana sambutan yang disampaikan H. Moch. Mukrim selaku Wakil Ketua Umum, diadakannya acara ini untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan jajaran pembina, pengawas, pengurus beserta unit serta DKM di dalam naungan YATP.

Total lebih dari 150 orang memeriahkan acara yang diselenggerakan di dalam Masjid Raya At-Taqwa. Selain dihadiri para pembina, pengawas dan pengurus yayasan, acara ini juga turut mengundang dan dihadiri pemangku lingkungan jajaran 12 RW di sekitar lingkungan YATP beserta para jajaran ketua RT di bawahnya dalam acara halal bi halal ini. Acara juga dimeriahkan dengan pentas dari anak-anak TPA, SD, dan SMP di lingkungan YATP.

Pentas Islami Anak-anak

Seusai sambutan oleh Wakil Ketua Umum, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an beserta artinya yang dibawakan oleh kedua anak dari Sekolah Dasar Islam At-Taqwa. Sebelum menuju acara puncak yaitu kajian Islamic World View dan juga salam-salaman oleh para peserta yang hadir, dibawakan beragam pentas Islami oleh anak-anak di lingkungan YATP. Anak-anak yang melakukan pentas Islami berasal dari TPA Masjid At-Taqwa IV, Masjid Raya At-Taqwa, Masjid Al-Hurriyah serta dari SD dan SMP Islam At-Taqwa. Pentas ini dipenuhi dengan rasa kagum dari para hadirin yang kerap mengucapkan subhanallah atas kreatifitas dan keberanian tampil oleh anak-anak generasi Islami ini.

Pentas Islami diawali dan dibawa oleh kedua anak dari TPA Masjid At-Taqwa IV yang membawakan hafalan surat dari Juz Amma. Pentas masih dilanjutkan dengan perwakilan TPA Masjid At-Taqwa dengan membawakan nasyid salawat kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu ada juga penampilan tunggal dari seorang Da’i cilik yang membawakan taushiyah. Penampilan da’i cilik ini seakan membawa para hadirin selayaknya menonton langsung program TV da’i cilik yang sering diputar di layar kaca. Acara pentas dilanjutkan dengan pembacaan hafalan Juz Amma oleh anak-anak TPA seperti surat Al-Ma’un bahkan hingga lantunan hafalan surat An-Naba. Gema subhanallah terucap dari para hadirin menunjukkan kagum akan semangat menimba Islam sejak dini, tidak lepas dari peran orang tua para anak ini yang mendidik Islam sejak dini.

Islamic World View: Aktualisasi dan Implementasi Nilai-nilai Strategis Idul Fitri untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Unggul

Masih dalam suasana Fitri, pemateri Islamic World View, Dr. H. M. Anwar, Lc., M.A., M.M., M.Sc., CHRMP membuka kajian dengan mengucapkan:

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ مِنَ الْعَائِد يِنَ وَالْفَائِزِيْنَ

Semoga Allah menerima seluruh amal dan ibadah kita, dan semoga pula Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali (kepada fitrah) dan orang-orang yang meraih kemenangan (sejati). Sebab itu saya mohon maaf lahir dan batin.

Tema kajian kali ini adalah aktualisasi dan implementasi nilai dalam idul Fitri untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Allah SWT sangat sayang terhadap hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa karena telah menyelesaikan ‘amaliyyah ta’abbudiyyah selama bulan Ramadan. Salah satu bentuk sayang itu adalah dengan memberikan hari raya Idul Fitri kepada hamba-Nya yang bertaqwa. Idul Fitri merupakan suasana senang, gembira, nyaman, damai, tenteram, penuh keakraban, persaudaraan, dan kasih sayang diantara sesama. Senang bukan karena memakai pakaian baru, kendaraan baru, dan berbuka dengan menyantap beragam makanan lezat, akan tetapi karena posisi dirinya yang telah kembali ke fitrah dan meraih kemenangan sejati sehingga siap meningkatkan nilai taqwanya. Ketika seseorang siap meningkatkan nilai taqwa dan ketaatannya kepada Allah, meningkatkan amal saleh, dapat dipastikan ia mampu menjadi SDM yang unggul.

Idul Fitri secara istilah memiliki arti hari raya terkait dengan keadaan orang beriman dan bertaqwa yang kembali kepada fitrah dan meraih kemenangan sejati. Mereka kembali kepada fitrah (kesucian diri dari dosa, asal kejadian manusia, dan agama Islam yang murni) karena melalui ibadah puasa Ramadan dan ibadah lainnya, baik yang fardhu atau sunnah dan dilaksanakan atas dasar iman dan ikhlas baik itu di siang atau malam hari karena Allah, maka Allah ridha menghapus semua dosa-dosanya yang telah lalu. Sehingga pada saat itulah seorang hamba benar-benar dalam keadaan bersih, paripurna, kembali ketika selayaknya baru dilahirkan yaitu dalam keadaan bersih dan Islam yang murni. Lebih dari itu, mereka juga mendapatkan kemenangan sejati karena selama bulan Ramadan telah mampu mengendalikan diri dari hal yang membatalkan dan mengurangi nilai ibadah puasa, serta mengendalikan diri dari dorongan nafsu dan godaan setan yang beraneka ragam.

Secara singkat ada sembilan nilai-nilai strategis idul Fitri, yaitu:

  1. Kembali kepada fitrah. Suasana kesucian diri yang jangan mau untuk dinodai lagi.
  2. Kemenangan sejati. Pribadi yang handal mengendalikan hawa nafsu dan godaan setan.
  3. Menjiwai kata Syawal yang memiliki arti meningkat. Agar kita meningkatkan kualitas dan kuantitas amal saleh.
  4. Kecakapan hubungan antar personal. Membangun komunikasi dan hubungan harmonis.
  5. Semangat Keislaman yang tinggi. Rajin melakukan ajaran Islam yang baik dan benar.
  6. Sikap santun, lapang dada, berjiwa besar, pemaaf dan saling mendoakan.
  7. Kerelaan untuk menjalin silaturahim.
  8. Kerelaan untuk mengagungkan Allah dan menyebut nama-Nya.
  9. Bekerja sama, dan tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan.

Waktu menunjukkan pukul 11:45, kajian selesai sesuai waktunya. Sembari menunggu azan Zuhur, para hadirin memulai halal bi halal saling bersalaman. Diawali dengan perwakilan pembina, pengawas dan pengurus bersalaman di depan diikuti kemudian para tokoh masyarakat dan jajaran RT dan RW yang berbaris untuk saling bersalaman. Diiringi oleh Shalawat yang diucapkan oleh pengeras suara membawa acara salaman ini semakin khidmat dengan senyum ikhlas dan saling sapa oleh para hadirin. Para hadirin juga sempat berfoto bersama sebelum berkumandangkannya azan Zuhur dan salat Zuhur berjamaah. Acara diakhiri dengan ramah tamah menyantap hidangan bersama-sama di pelataran Masjid Raya At-Taqwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *